Penjelasan dan Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang dan Jaminan Lengkap

Posted on

Melakukan kesepakatan dengan seseorang tentu tidak bisa serta merta dijalani tanpa peresmian, karena bisa menyebabkan resiko yang sangat fatal apabila tidak diperkirakan dengan matang. Oleh karena itu, surat perjanjian hutang piutang dan jaminan perlu diterapkan agar setiap pihak mendapatkan kejelasan yang legal dan resmi.

Penjelasan dan Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang dan Jaminan Lengkap

Masalah terkait hutang piutang kini sudah biasa dilakukan oleh banyak orang, karena mereka bisa saja melakukannya karena berbagai faktor, terutama ketika sedang terhimpit kebutuhan hidup untuk sehari-hari. Saat pekerjaan tidak bisa dengan mudah didapatkan, gaji yang diperoleh juga tidak bisa mencukupi seluruh kebutuhan, maka satu-satunya jalan adalah melakukan hutang piutang.

Pengertian Surat Perjanjian Hutang Piutang dan Jaminan

Saat melakukan kesepakatan hutang piutang tersebut tentunya pihak yang memberikan dana hutang masih memiliki keraguan kepada si peminjam, meskipun seandainya orang tersebut masih kerabat dekatnya sehingga surat perjanjian sangat dibutuhkan. Agar si pemberi hutang bisa mendapatkan kepastian yang jelas tentang apakah barang atau uangnya bisa dikembalikan, maka membutuhkan jaminan. Oleh karena itu, surat perjanjian hutang piutang dan jaminan perlu dibuat.

Dari sedikit penjelasan tersebut, Anda bisa mengambil sebuah kesimpulan tentang pengertian surat perjanjian hutang piutang dan jaminan, yakni dokumen kesepakatan resmi yang ditulis oleh dua pihak, bisa perorangan atau perusahaan dengan syarat atau pasal-pasal tertentu. Di dalamnya tertulis jaminan yang nantinya akan diberikan kepada si pemberi hutang jika si peminjam tidak bisa melunasi hutangnya dalam batas waktu yang ditentukan. Surat ini harus dipatuhi oleh kedua belah pihak karena sifatnya resmi.

Karakteristik Surat Perjanjian Hutang Piutang dan Jaminan

Untuk membedakan surat perjanjian hutang piutang dan jaminan dengan surat perjanjian lainnya, Anda perlu memahami dengan baik setiap karakteristik atau ciri menonjol yang ditunjukkan surat ini. Berikut beberapa kriteria yang bisa Anda jadikan sebagai acuan untuk memperhatikan surat tersebut.

  • Temanya tentang persoalan hutang piutang yang disertai dengan jaminan
  • Di dalam surat tercantum identitas lengkap dari kedua belah pihak yang melakukan kesepatakan piutang dan jaminan.
  • Jumlah nominal yang dijadikan sebagai hutang piutang ditulis dengan jelas dan ditandatangani di atas materai yang artinya surat tersebut memiliki kuasa hukum.
  • Harus ada jaminan yang jelas yang disepakati oleh kedua belah pihak jika si peminjam tidak bisa melunasi hutang tepat waktu.
  • Di dalamnya tertulis pasal-pasal yang berisi tentang syarat dan ketentuan bagi si pemberi hutang dan peminjam.
  • Terdapat saksi-saksi yang dituliskan dengan jelas sebagai audiens selama perjanjian hutang piutang dituliskan.
  • Waktu pemberian hutang ditulis jelas, sekaligus dengan batas pembayaran hutang oleh si penerima.

Struktur Surat Perjanjian Hutang Piutang dan Jaminan

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang dan Jaminan Singkat

Selain karakteristik, Anda juga harus memahami struktur penulisan yang benar tentang surat perjanjian hutang piutang dan jaminan seperti berikut.

  • Judul Surat
Baca Juga :  Ini Dia Penjelasan Lengkap dan Contoh Surat Keterangan Kerja

Judul keterangan surat yang ditulis menggunakan huruf kapital, misalnya “SURAT PERJANJIAN …. “. Judul tersebut tepat diletakkan di bagian paling atas dan tengah surat.

  • Pembukaan Surat

Kalimat pembukaan surat bisa dituliskan cukup singkat, biasanya berisi tentang waktu dilakukannya perjanjian hutang piutang. Bisa dituliskan dengan format huruf dan angka, atau bisa dituliskan dengan format huruf secara keseluruhan termasuk pada tanggalnya, misal “… hari Senin pada tanggal satu Juni …” Angka pada tanggal 01 tersebut dituliskan dengan menyebut “satu”.

  • Identitas Pihak Pembuat Kesepakatan Surat

Di bagian ini dituliskan identitas kedua belah pihak yang melakukan kesepakatan hutang piutang dengan jelas:

  • Pihak pertama atau kesatu nantinya sebagai penerima hutang
  • Kemudian pihak kedua nantinya disebut sebagai pemberi hutang

 

  • Jumlah Nominal Hutang Piutang Sekaligus Pernyataan Pengesahan
  • Pada bagian ini, perlu dituliskan dengan jelas jumlah nominal yang dihutang, kemudian disahkan.
  • Isinya mengenai pernyataan sepakat dari kedua belah pihak atas berbagai hal terkait hutang piutang tersebut.

 

  • Pasal-Pasal
  • Di dalamnya tertulis pasal-pasal secara berurutan disertai dengan ayat-ayatnya.
  • Isinya tentang berbagai syarat dan ketentuan selama hutang piutang dijalankan hingga usai, biasanya menyangkut perihal pasal pembayaran, pasal tentang pelanggaran, penyelesaian atau solusi jika terjadi konflik, penetapan tagihan, dan sebagainya.
  • Pasal penutup di nomor paling akhir, isinya tentang paragraf penutup yang menyatakan kesediaan kedua belah pihak dalam melakukan proses hutang piutang hingga akhir pembayaran.

 

  • Bagian penutup Surat

Di bagian ini biasanya hanya tertulis sebagai berikut :

  • Tentang keterangan nama kedua belah pihak disertai dengan saksi dari masing-masing pihak.
  • Di bawah nama tepat diberikan materai kemudian disertakan tanda tangan dari kedua pihak sekaligus saksinya.

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang dan Jaminan Singkat

Berikut contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang dan Jaminan singkat yang dapat Anda coba jadikan sebagai referensi yang baik dan benar.

***

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang secara Umum

SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

Pada hari, Rabu 1 Juni 2019, yang bertanda tangan di bawah ini

Nama                                    : Muhammad Naufal Rizal

Tempat, Tanggal Lahir     : Malang, 19 Mei 1980

Pekerjaan                             : Wiraswasta

Alamat                                  : Jl. Jenggolo Timur, No. 58, Sidoarjo, Jawa Timur

NIK                                        : 3519872200001

Dengan ini menyatakan agar bersedia melakukan pembayaran pembelian tanak kepada pihak kedua yang disebutkan di bawah ini, sebesar Rp. 30.000.000 rupiah selama 10 bulan akan datang, terhitung mulai sejak penandatanganan Akad KPR di hadapan notaris selesai.

Baca Juga :  Penjelasan Lengkap dan Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah yang Benar

1. Nama                                : Achmad Dachlan Iskandar

Tempat, Tanggal Lahir     : Sidoarjo, 01 Januari 1975

Pekerjaan                            : Swasta

Alamat                                  : Jl. Jenggolo Timur, No. 01, Sidoarjo, Jawa Timur

NIK                                        : 341087677700003

Demikiaan surat perjanjian hutang piutang ini dibuat sebagai dokumen bukti bagi kedua belah pihak dalam rangkap 2 dengan materai yang mempunyai kekuatan hukum sama.

Pihak Pertama,                                                                                                         Pihak Kedua

(materai 6000)                                                                                           (materai 6000)

 

Muhammad Naufal Rizal                                                                       Achmad Dachlan Iskandar

 

***

Contoh Surat Hutang Piutang dengan Jaminan Perjanjian Gadai

SURAT PERJANJIAN GADAI

Kami yang Bertanda tangan di bawah ini :

Nama                                     : Setiobudi

Tempat, Tanggal Lahir      : Malang, 19 Mei 1980

Pekerjaan                             : Wiraswasta

Alamat                                   : Jl. Jenggolo Timur, No. 43, Sidoarjo, Jawa Timur

NIK                                         : 3519872200001

Selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama,

Nama                                     : Achmad Kumaidi

Tempat, Tanggal Lahir      : Sidoarjo, 01 Januari 1975

Pekerjaan                              : Swasta

Alamat                                   : Jl. Jenggolo Timur, No. 45, Sidoarjo, Jawa Timur

NIK                                         : 341087677700003

Selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua,

Pihak Pertama kepada Pihak Kedua telah menggadaikan 2 unit mobil Avanza Hitam Tahun 2018 dengan nomor polisi …… dan Pihak Kedua telah menyepakati untuk memberikan sebesar …… ( ..…  )

Surat perjanjian gadai ini berlaku sejak tanggal penandatanganan  hingga pihak pertama melakukan pelunasan pembayaran barang gadai yakni 2 unit mobil Acanza Hitam Tahun 2018. Berlaku selambat-lambatnya tanggal ….. (isilah sesuai dengan kesepakatan antar kedua belah pihak)

Sidoarjo, ……..

Pihak Pertama,                                                                                         Pihak Kedua,

(materai 6000)                                                                                           (materai 6000)

 

Setiobudi                                                                                                     Achmad Kumaidi

 

***

 

Itulah beberapa contoh surat hutang piutang dan jaminan beserta penjelasannya yang bisa Anda pahami dengan mudah, serta sekaligus Anda praktekkan saat sedang melakukan kesepakatan penting dengan seseorang, baik yang dikenal maupun tidak dikenal. Semoga bermanfaat dan dapat Anda jadikan referensi terbaik. Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *